YESTERDAY YOU SAID TOMORROW

YESTERDAY YOU SAID TOMORROW
bukan sekedar Lembaga Pelatihan, tapi lebih bagaimana membina dan mempersiapkan individu dalam menakhlukkan dunia kerja. berkarir dan berkarir untuk masa depan yang gemilang

PERSONALITY DEVELOPMENT

PERSONALITY DEVELOPMENT
Perubahan tidak akan pernah terjadi secara instan hanya karena kita sudah melakukan rangkaian seremoni. Setiap orang tidak akan langsung berubah hanya lantaran sudah menerima e-mail tentang perubahan, terbentuknya agen-agen perubahan, membaca brosur, mendengarkan pidato, mengetahui sasaran-sasaran yang ingin dicapai dan prosesnya. Seseorang juga tidak akan langsung berubah meski dia sudah mengikuti berbagai program pelatihan. Salah satu faktor yang membuat perubahan kian sulit adalah karena kita mesti beranjak dari kondisi lama ke kondisi baru. Kondisi lama sudah kita ketahui.

THINK DIFFERENT

THINK DIFFERENT
kreatif membentuk manusia. Bukan sibuk menjadi administrator atau "Guru Kurikulum" yang hanya menjalankan perintah menyelesaikan kurikulum yang diwajibkan. Apa isi buku, itu lah yang diberikan. #teoritis #thinkDifferent

Digital Course Skill

Digital Course Skill
l: Desain Grafis, Multimedia, Web Programming, Coding, And After Effect

Latest Posts

Selasa, 10 Mei 2016

Teknik Marketing FOOT-IN-THE-DOOR

Yanu Sudibyo
Teknik foot-in-the-door adalah teknik psikologi yang mempersuasi seseorang secara bertahap. Awalnya permintaan yang diberikan adalah permintaan yang mudah dan sederhana. Setelah permintaan itu dikabulkan, barulah orang yang mempersuasi meminta permintaan yang lebih besar. Mungkin kamu bingung, mengabulkan dua permintaan bukannya malah dianggap lebih merepotkan daripada satu?
Teknik Marketing FOOT-IN-THE-DOOR
Teknik Marketing FOOT-IN-THE-DOOR

Jadi, konsep ini bisa berhasil justru karena membuat dua permintaan yang bertahap tersebut. Apabila seseorang sudah mengiyakan untuk menuruti permintaan yang pertama, ia akan lebih mungkin merasa harus menuruti permintaan yang kedua yang lebih besar. “Ah, permintaan yang semudah tadi saja sudah kuturuti. Apa salahnya sekalian melakukan permintaan yang kedua?”

Teknik Marketing FOOT-IN-THE-DOOR

Teknik Marketing FOOT-IN-THE-DOOR. Salah satu contoh penggunaan teknik ini adalah ketika kamu sedang berjalan di pinggir jalan lalu dimintai waktu sekian menit oleh petugas survey, LSM, atau sales. Ia akan meminta entah 1 menit, 3 menit, 5 menit, atau sejumlah waktu yang dianggap relatif singkat untuk kamu sisihkan.
Ketika kamu tidak tertarik atau sedang buru-buru, kemungkinan besar kamu akan menolak permintaan tersebut. Tapi, kalau kamu sedang senggang atau penasaran, bisa jadi kamu menuruti permintaan mereka dan memberikan sedikit dari waktu kamu. Bisa juga mereka meminta dan kamu memberikan identitas kamu. Nah, dari situ, kamu akan lebih cenderung untuk memberikan sumbangan, membantu mengisi survey, atau membeli produk mereka.
Konsep ini dinamakan foot-in-the-door karena sebuah perumpamaan. Kalau kamu meletakkan kaki di ujung bingkai kerangka pintu, pintunya tidak akan tertutup. Kemungkinan kamu untuk menghadapi pintu yang tertutup atau permintaan yang ditolak jadi lebih kecil. Nah, dari pintu yang tidak sepenuhnya tertutup itu, perlahan kamu bisa masuk deh ke dalam ruangan.

teknik marketing DOOR-IN-THE-FACE

Yanu Sudibyo
Teknik marketing door-in-the-face, persuasi dilakukan dengan membuat permintaan yang jauh lebih berat sebelum menyampaikan permintaan yang sebenarnya. Kalau bisa, permintaan pertama itu dibuat seberat mungkin sehingga orang yang mendengar akan kemungkinan besar menolak permintaan tersebut.
teknik marketing DOOR-IN-THE-FACE
teknik marketing DOOR-IN-THE-FACE
Nah, permintaan yang sebenarnya akan terlihat jauh lebih mudah atau sepele bila dibandingkan dengan permintaan sebelumnya. Padahal, masih lebih mudah untuk tidak mengabulkan permintaan yang lebih sepele tersebut. Nah, berlawanan dengan teknik foot-in-the-door, teknik ini membuat kamu memindahkan sudut pandangmu dari ‘menambah beban’ jadi ‘mengurangi beban’.

teknik marketing DOOR-IN-THE-FACE

Rasa bersalah untuk menolak  juga berperan dalam berhasilnya teknik ini. Karena kamu sudah menolak permintaannya yang besar hingga tidak masuk akal, kamu mungkin akan merasa bersalah dan tidak enak untuk menolak permintaannya yang kedua. Apalagi permintaan yang kedua ini sengaja dibuat tampak lebih ringan. Padahal sih sebenarnya tetap saja kamu harus berepot-repot melakukan sesuatu untuk orang tersebut.
Penelitian juga menyebutkan kalau teknik door-in-the-face ini akan lebih efektif untuk diterapkan pada teman dibanding pada orang asing. Kebanyakan orang tidak ingin dianggap sebagai teman yang buruk karena menolak permintaan teman, apalagi yang sudah ‘dimudahkan’.
Konsep ini dinamai door-in-the-face karena penolakan pertama yang dilakukan oleh orang yang dipersuasi diumpamakan sebagai membanting pintu di depan muka yang meminta. Permintaan yang telah dilebih-lebihkan itu diumpamakan segitu tidak masuk akalnya. Sampai orang yang mendengarnya membanting pintu!

teknik marketing DOOR-ON-THE-FACE
teknik marketing DOOR-IN-THE-FACE

Hal yang membedakan kedua teknik ini adalah besar permintaan pertama sebagai patokan seseorang memandang permintaan yang kedua. Dalam foot-in-the-door, permintaan pertama dibuat lebih kecil dan sepele sehingga mudah dikabulkan. Sedangkan, dalam door-in-the-face, permintaan pertama dibuat jauh lebih berat sehingga kemungkinan besar akan ditolak.
Bagaimana? Setelah mengetahui dua teknik psikologi ini mungkin kamu bisa lebih waspada saat menghadapi permintaan nih. Tapi tidak perlu jadi terlalu skeptis juga. Mereka meminta tolong pasti ada sebabnya, entah karena sesuatu yang sepele ataupun penting. Pertimbangkan hal-hal tersebut dan jangan terlalu fokus untuk menyanggah teknik yang mereka gunakan.
Ada baiknya juga dengan mengetahui dua konsep ini kamu bisa lebih bijak dalam meminta dan menghadapi permintaan. Menggunakan teknik ini bisa membantu kamu mempersuasi orang untuk melakukan apa yang kamu inginkan, tapi jangan disalahgunakan ya.

TRAINED TRAINER

  • YANUAR SUDIBYOPsikolog / Trainer
  • ADIGUNA SOEDJARWOMaster Chef / Hospitality
  • FERLI NOVIANDRIMaster / K3 Safety
  • SYUKRON MUHAMMADMaster / Web Database
  • YANUAR SUDIBYOMaster / Computers